Jumat, 29 Agustus 2014

Inovasi Jamu : Temulawak Kotak

-Tulisan Lomba Blog Dies Natalis ke 16 Pusat Studi Biofarmaka IPB-

***
Perkembangan pasar obat herbal secara global terus meningkat dan diprediksi mencapai US$100 miliar pada 2015, sejalan dengan tren back to nature. Gaya hidup kembali ke alam (bact to nature) menjadi tren saat ini sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alam, termasuk pengobatan dengan tanaman obat. Jika dilihat sejarah, sebenarnya sudah sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya menanggulangi berbagai masalah kesehatan, jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern menyentuh masyarakat.

Menurut Vice President Sales and Marketing for Professional Products SOHO Global Health, Sugiharjo produk herbal telah digunakan oleh 80 persen penduduk dunia. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan pada 2006 pasar obat herbal di Indonesia mencapai Rp 5 triliun. Tahun 2007 mengalami peningkatkan menjadi Rp 6 triliun, dan pada 2008 naik lagi menjadi Rp 7,2 triliun. Sedangkan pada 2012 mencapai Rp 13 triliun atau sekitar dua persen dari total pasar obat herbal di dunia.

Saat ini, Indonesia memiliki kurang lebih 30.000 spesies tumbuhan dan 940 spesies di antaranya adalah tumbuhan berkhasiat obat. Sehingga, merupakan potensi yang sangat bagus untuk pasar obat herbal.

Merupakan kabar baik bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi mengajukan jamu sebagai warisan budaya dunia karya bangsa Indonesia agar mendapat pengakuan dari UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB).  Upaya ini adalah langkah awal dan masih membutuhkan perjuangan dari segenap bangsa Indonesia.

Namun demikian, tentunya masih butuh banyak inovasi di dunia jamu Indonesia agar dapat menjadi produk unggul yang mampu bersaing di pasaran.

Jamu Temulawak
Bagi mereka penyuka obat-obatan herbal, mengonsumsi jamu temulawak pasti sudah bukan sesuatu yang aneh. Curcuma xanthorrhiza Roxb atau yang lebih dikenal temulawak merupakan tanaman obat dari family zingiberaceae yang banyak terdapat di Indonesia. Secara tradisional tanaman temulawak digunakan sebagai pengobatan sakit perut, hati, disentri, demam, wasir dan sebagainya. Temulawak telah diteliti dapat berfungsi sebagai anti mikroba, antimetastatik, anti kanker, anti candida, antioksidan dan antihipolipidemik. Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia (meskipun ada berita yang menyebutkan bahwa temu lawak di klaim milik Amerika). Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand,  dan Filipina. Di Jawa, tanaman itu dikenal dengan nama temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak.

Pengemasan Temulawak
Kemasan atau packaging, menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi suatu produk. Pengemasan bukan hanya sekadar pembungkus. Tetapi, lebih dari itu: packaging is branding. Apapun jenis barang atau produk yang dijual tatkala diberi merek dan dikemas, maka dari kemasan tersebut akan terefleksi identifikasi merek produk yang dijual.

Begitu pula akan tersirat janji dari sebuah produk, kualitas, nilai, benefit yang ditawarkan, dan sebagainya. Dari situ pula seorang konsumen mempertimbangkan untuk membeli atau tidak dari produk yang ditawarkan. Jadi, pengemasan sudah seharusnya memiliki personality. Kalau kemasan itu dibuat bagus dan memiliki personality yang kuat akan mampu meningkatkan rasa percaya dari konsumen saat memilih produk yang akan dibelinya. Pengemasan tidak hanya berfungsi membawa produk ke konsumen. Tetapi, fungsi pengemasan juga menjadi salah satu alat yang digunakan untuk mengkomuni-kasikan personality dari merek atau brand kepada konsumen.

Pengemasan menjadi salah satu 'senjata' dalam usaha untuk memenangkan persaingan. Ada sebuah hasil sebuah survey yang menyatakan bahwa konon seorang konsumen yang sedang belanja di supermarket hanya memiliki waktu beberapa detik saja untuk melihat dan mengenali sebuah merek produk. Karena untuk memperhatikan produk satu dengan yang lain akan menghabiskan waktu banyak. Sementara, filosofi belanja di supermarket adalah ingin cepat, praktis, dan leluasa.

Logikanya, kalau sebuah pengemasan dibuat dengan bentuk unik dan warna yang menarik akan lebih mudah menarik perhatian. Dan selanjutnya, konsumen tersebut akan mengambil, lebih banyak mengamati, dan mempertimbangkan untuk membelinya. Artinya, pengemasan sebagai salah satu 'senjata', telah bertugas dengan baik.

Sering kita ketahui produk jamu temulawak dalam bentuk botol yang digendong mbok jamu atau botol kecil ataupun serbuk. Saya yakin bahwa pengemasan produk tersebut masih biasa-biasa saja (terutama yang dalam bentuk botol terkadang pengemasannya mirip dengan miras), akibatnya produk tersebut masih kalah dengan minuman-minuman lainnya. Terinspirasi dari pengemasan teh kotak, maka jamu temulawak sangat bagus jika dikemas dengan box kotak dan di desain lebih eye catching sehingga menarik minat konsumen lebih besar untuk membeli produk tersebut dengan berbagai macam manfaat yang dimilikinya.



Mari majukan jamu Indonesia dengan inovasi-inovasi kita. :)


Daftar pustaka:

36 komentar:

  1. Wahh, bagus kak inovasinya..
    Semoga diterima di masyarakat luas deh..

    BalasHapus
  2. hmmm
    kalo bisa jgn buat di blog aja
    kyknya bisa dijadikan PKM nichh

    BalasHapus
  3. oke om.. mantap...!
    tinggal direalisasikan nihh.. (y) (y)

    BalasHapus
  4. kereen nih..
    memangnya selain dari segi packaging itu lebih terlihat menarik, apakah kelebihan lain dari packaging ini?

    BalasHapus
  5. Semangat kreasinya, semoga sukses

    BalasHapus
  6. Rezky Yuanikha30 Agustus 2014 11.45

    kalo saya, hingga saat ini lebih greget minum kunir asem yg digendong drpd yang di botol kir**ti kak, heheh

    BalasHapus
  7. Mantap gan..... makasih infonya..... kemabangin lagi yak.... produk herbal selain lebih sehat, dari segi unsur bahan juga terjarmin kehalalannya

    BalasHapus
  8. Anonim: semoga pkm depan ini bisa mas :)

    BalasHapus
  9. Teguh: sekalian menjelaskan khasiat, pemakaian dan efek samping.. intinya packaging is branding mas

    BalasHapus
  10. dek rezky:mmm.. Itu karna rasanya, atau apanya dek?

    BalasHapus
  11. Wah bagus sekali ideny.kebetulan saya sendiri suka jamu. Tapi sedikit saran usaha jamu yg d buat kemasan sebaiknya bekerja sama dgn pembuat jamu gendong agar tidak mematikan usaha kecil

    BalasHapus
  12. Via: wah ternyata via suka jamu.. sipsip.. | iyasip vi :)

    BalasHapus
  13. Keren .... semoga cepar di realisasikan ya biar bisa di nikmati masyarakat ����������

    BalasHapus
  14. Wahh.. keren mas!
    Minumanku waktu SD sampai SMP itu mas,
    Mantep pokok'e! Ueeenakk
    Lanjutkan! Semoga bermanfaat yoo...

    BalasHapus
  15. keren banget nih kak,, kalau jadi PKM ikut ya kak? kalau boleh,, he he . jadi ingat dulu liat di tv ada inovasi jamu es krim gitu kak, itu keren bgt. mungkin jamu ini selain diperantik kemasan bisa juga kak dikreasikan ke bentuk makanan lain juga.. semangat kak burhan (y)

    BalasHapus
  16. sebuah inovasi yang menarik, semoga dapat di kembangkan.

    BalasHapus
  17. Waah bagus inovasinya, tp kalau bisa kemasannya dibuat dr bahan yg mudah terurai agar tidak menambah tumpukan sampah yaa :), perhatikan bahan pengawetnya jg :D, good luck..

    BalasHapus
  18. keren dan inovatif mas.... tapi kalau ditaruh di kotak... perlu ada penelitian tentang daya tahan jamunya..... apa menurun atau gak kuwalitas jamunya..... , tahan berapa lama....../ semangat,,... sss

    variasi jamunya... masih kurang banyak, gambar2 tentang jamunya juga masih sedikit,.. .. lebih bagus lagi ada foto ibu2 jualan jamu genong.."ilustrasi//// salam suksees

    BalasHapus
  19. Mari majukan jamu Indonesia dengan inovasi-inovasi kita. :)
    #kreasi anak muda...semoga mendunia..^^

    BalasHapus
  20. Hopefully suatu saat akan ada jamu yang 'menyenangkan' untuk diminum..
    Maksudnya jamu yang lebih tasty sehingga meminum jamu tidak lagi seperti minum obat..

    BalasHapus
  21. Obat-obatan kimia jika dikonsumsi sebenarnya agak berbahaya bagi tubuh ditambah sering adanya penipuan obat-obatan (obat palsu) oleh oknum-oknum tertentu sangat membuat resah masyarakat akan obat.
    Penggunaan jamu sebagai dengan bahan-bahan yang berasal dari alam tentu akan lebih aman untuk konsumsi tubuh dibandingkan obat kimia lainnya. Selain lebih terjamin keamanannya juga dapat terhindar dari penipuan obat-obatan yang marak terjadi dimasyarakat.
    sayangnya, tidak banyak masyarakat yang menggunakan jamu sebagai obat, masyarakat umumnya lebih memilih obat yang instan seperti obat yang terbuat dr bahan2 kimia. Oleh karena itu dibutuhkannya inovasi agar masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan jamu dibanding obat kimia.
    siip, keren inovasinya. Semoga bisa jadi sarana pencerdasan masyarakat akan pentingnya jamu.
    Oke, lanjutkan...!!

    BalasHapus
  22. lanjutkan inovasi bagusnya :D
    sangat bermanfaat bagi pembaca dan sukses untuk penulisnya
    amin O:)

    BalasHapus
  23. tampilan blognya keren,,,
    alangkah baiknya bila lebih diperhatikan kebahasaannya dan sumbbernya,:),

    jamu dalam kemasan tersebut biasanya mengandung bahan pengawet, sehingga rasanya sedikit berbeda. da yang bilang gaka pahit, kurang segar, dll. seperti kunyit asam dalam kemasan botol (Ki***ti),,
    mungkin ini dapa ditamphkan dalam inovasi,:D
    semangat, good luck:)

    BalasHapus
  24. maksudnya sedikit berbeda dengan jamu yang biasa dibawa ibu gendong:),,

    BalasHapus
  25. sangat baik untuk dikembangkan, jamu asli Indonesia....

    BalasHapus
  26. seppti handdayani: aamiin :)
    Say Salam: wah sip lam..
    C'nina Riyani: hehe, boleh-boleh
    soimun haris: aamiin, mas :)

    BalasHapus
  27. Anonim: sip (y)
    Abdul azis: iya betul zis, perlu dicek dulu nantinya
    asep hambali: aamiin, kak :)
    Iqlima Adam: nah itu iqlima
    Leni Siswati: iyasip len, akhir-akhir ini tren nya naik loh utk penggunaan obat herbal :)
    aisyah sofi fatmawati: aamiin, mbk :)

    BalasHapus
  28. endang: siap endang
    husna idris: sip (y)

    BalasHapus

Silakan teman-teman komentar ya? ^^